Bela Negara Akan Masuk Perguruan Tinggi

Sumber : http://nasional.sindonews.com/read/1101227/144/bela-negara-akan-masuk-perguruan-tinggi-1460688128

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan memasukan materi Bela Negara untuk para mahasiswa baru di perguruan tinggi.

Melalui materi Bela Negara, diharapkan tubuh rasa nasionalisme mahasiswa untuk bisa berkontribusi bagi bangsa. “Kami akan masukan Bela Negara, wawasan kebangsaan supaya mereka lebih termotivasi untuk berbakti bagi bangsa,” ujar Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir di Jakarta, Kamis 14 April 2016.

Dia mengatakan, metode pemberian materi Bela Negara dan wawasan kebangsaan juga diharapkan bisa mengubah pola pengenalan kampus kepada mahasiswa baru.

Apalagi Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus selama ini selalu identik dengan dampak negatif. “Kami sudah tidak ada lagi Ospek, semua dikendalikan dosen,” kata Nasir.

Proses penerimaan mahasiswa baru sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Pemerintah pun sudah menyiapkan proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Bikin Kampus Kelas Dunia Tidak Cukup dengan Impor Rektor

Sumber : http://nasional.sindonews.com/read/1113776/144/bikin-kampus-kelas-dunia-tidak-cukup-dengan-impor-rektor-1464945935

Niat pemerintah merekrut warga negara asing (WNA) menjadi rektor perguruan tinggi negeri (PTN) terus mendapat kritikan.

Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati pesimis, kampus berkelas dunia bisa diciptakan hanya dengan menjadikan WNA sebagai rektor PTN.

“Tidak sesederhana itu, rekrutmen rektor asing untuk menjadikan PTN terkemuka di Indonesia hanya untuk menjadikan World Class University, enggak ada korelasinya,” kata Reni di ‎Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Maka itu Reni yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ‎di DPR ini tidak setuju dengan rencana pemerintah tersebut.

“Instrumen untuk menjadikan kampus World Class University itu tidak hanya sekadar rektornya saja yang harus bagus, tapi perangkat lainnya, sistemnya harus bagus,” tuturnya.

Menurut dia, perbaikan pada sistem yang ada serta anggaran perlu diperbaiki untuk menciptakan kampus berkelas dunia.

‎”Jadi enggak bisa, mau dibenahi rektornya, kalau sistemnya masih seperti sekarang, anggaran seperti sekarang, enggak akan memberi dampak apapun terhadap mutu pendidikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, anggaran pendidikan harus menjadi prioritas. ‎”Reformasi di China itu besar-besaran kan anggaran, Finlandia itu menjadi bagus karena anggaran pendidikan diprioritaskan,” pungkasnya.

Indofood sediakan dana penelitian mahasiswa berbasis pangan

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/561938/indofood-sediakan-dana-penelitian-mahasiswa-berbasis-pangan

Perseroan Terbatas Indofood Sukses Makmur Tbk kembali menyelenggarakan program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2016/2017 dengan memberikan bantuan dana penelitian bagi mahasiswa strata satu berbasis pangan lokal.

Manajer Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT Indofood Sukses Makmur Dwi Setyo Widyaningsih di Mataram, Kamis, mengatakan bahwa program pemberian bantuan dana penelitian tersebut sebagai perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan dalam pilar “building human capital”.

“Hingga 2015, program IRN telah mendanai lebih dari 611 proposal penelitian dari total sekitar 4.554 proposal penelitian yang diajukan pada program ini,” katanya di acara sosialisasi IRN yang diikuti sekitar 200 mahasiswa Universitas Mataram (Unram).

Ia mengatakan bahwa pihaknya bersama sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, terus menyosisasikan program IRN ke kampus-kampus di seluruh Tanah Air, termasuk Unram.

Tema IRN 2016/2017 adalah mencerdaskan bangsa melalui kemandirian pangan berbasis potensi dan kearifan lokal.

Tema tersebut diangkat karena menyadari bahwa sumber-sumber pangan yang berasal dari setiap daerah di Indonesia memiliki keunggulan-keunggulan tersendiri sebagai pangan alternatif.

Selain sumber pangan darat, kata Dwi, IRN juga mendorong mahasiswa untuk menggali sumber pangan yang berasal dari laut.

Potensi pangan berbasis sumber daya laut secara khusus diangkat mengingat luasnya lautan Indonesia yang mencapai 70 persen.

“Lautan Indonesia merupakan megabiodiversity terbesar di dunia karena memiliki 8.500 spesies ikan, 550 spesies rumput laut, dan 950 spesies biota terumbu karang,” ucap Dwi.

Guru Besar Universitas Brawijaya Malang Eko Handiyanto mengatakan bahwa Tim Pakar IRN sudah melakukan pelatihan bagi mahasiswa di dua daerah, yakni Ternate (Maluku) dan Mataram (NTB).

Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan minat mahasiswa di kawasan Timur Indonesia untuk melakukan penelitian pangan yang unggul.

Selain itu, membentuk karakter generasi muda Indonesia yang berkualitas dalam kepribadian, cerdas, dan berwawasan luas.

“Dalam program IRN yang melibatkan delapan pakar dari berbagai perguruan tinggi ternama ditambah satu pakar dari Indofood, tersedia dana penelitian bagi mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhir atau skripsi, silakan dimanfaatkan peluang ini,” kata Prof.Dr. Eko Handiyanto, M.Sc.

Kemenag-University of Canberra sepakati penerimaan kandidat doktor

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/562572/kemenag-university-of-canberra-sepakati-penerimaan-kandidat-doktor

Kementerian Agama dengan University of Canberra, Australia menyepakati nota kesepakatan studi untuk menerima mahasiswa bergelar master asal Indonesia yang ingin meraih gelar doktor.

“University of Canberra akan membantu, mempersiapkan dan menggembleng lagi bahasa Inggris calon doktor ini,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin di sela acara penandatanganan nota kesepakatan Kemenag-University of Canberra di kantornya area Lapangan Banteng, Jakarta, Senin.

Salah satu poin kesepakatan, kata dia, adalah pihak universitas akan menanggung biaya hidup dari calon doktor yang telah lulus seleksi. Selain itu, bagi peserta yang skor IELTS-nya baru 6 akan diberi pelatihan bahasa Inggris dari universitas terkemuka di Australia itu.

Menurut Amin, penandatanganan nota kesepakatan tersebut merupakan bagian dari realisasi program 5.000 Doktor yang dicanangkan sejak 2014. Khusus untuk universitas dari Australia tersebut memberikan lima slot kuota beasiswa per semester bagi kandidat doktor asal Indonesia.

Total per tahun, Kemenag mengirim 250 kandidat doktor ke berbagai universitas di luar negeri termasuk Australia. Sementara 750 kuota diberikan kepada para kandidat untuk mendapatkan beasiswa meraih doktor di kampus-kampus dalam negeri.

Dia mengatakan terdapat beragam program studi yang ditawarkan melalui program 5.000 Doktor. Meski program dijalankan Kemenag tetapi program studi tidak hanya untuk jalur keagamaan tapi juga untuk nonagama di antaranya arsitektur, kedokteran, teknologi informasi dan lainnya.

Wakil Deputi Konselor Riset University of Canberra Frances Shannon mengatakan kesepakatan dua pihak diharapkan dapat mempercepat penambahan lulusan doktor. Meskipun standar IELTS adalah 6,5, tetapi bagi calon doktor yang memiliki skor 6 dan lulus seleksi beasiswa tetap dapat diterima dan harus menjalani pelatihan bahasa.

“Guru keren harus pahami psikologi siswa”

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/562846/guru-keren-harus-pahami-psikologi-siswa

Pakar pendidikan anak Seto Mulyadi yang kerap dipanggil Kak Seto mengemukakan guru yang keren itu adalah guru yang memahami psikologi anak didik atau siswanya.

“Guru yang diimpikan siswanya itu adalah guru yang memperhatikan dan mengerti dunia anak-anak yang dididik, bahkan paham akan psikologi siswanya. Itulah sosok guru yang sukses, profesional dan keren,” kata Kak Seto ketika menjadi pembicara dalam Seminar “Peran Profesionalisme Guru dalam Menjawab Pendidikan Menuju Generasi Emas” di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa.

Menurut dia, dunia anak adalah dunia bermain, karena itu cara mendidik anak haruslah dengan cara bermain, bukan dengan cara kekerasan seperti membentak atau meninggikan suara, bahkan marah-marah kepada siswa.

Dalam kaitan ini, Kak Seto menjelaskan lima ciri utama mendidik anak dengan cara bermain. Pertama, bermain didorong oleh motivasi dari diri sendiri, sehingga apa akan dilakukan anak memang betul-betul memuaskan dirinya, bukan karena iming-iming hadiah atau karena diperintah orang lain.

Kedua, lanjut Kak Seto, bermain dipilih secara benar sesuai keinginan anak. Ketiga, bermain adalah kegiatan yang menyenangkan. Keempat, bermain tidak selalu harus menggambarkan hal yang sebenarnya, dan kelima, bermain senantiasa melibatkan peran serta aktif anak, baik secara fisik, psikologis maupun keduanya sekaligus.

Oleh karena itu, untuk bisa mendidik anak dengan bermain, seorang guru harus juga menjadi seorang pendongeng, penyanyi, bahkan pesulap. “Mereka bukanlah orang dewasa ukuran mini, dunia mereka adalah dunia bermain. Anak, selain bertumbuh secara fisik ia juga berkembang secara psikologis, ia kreatif dan suka meniru,” paparnya.

Selain memahami psikologi anak yang suka bermain, Kak Seto juga menekankan pentingnya melatih dan mengembangkan kemampuan anak. “Sebagai seorang pendidik yang baik pun, kita juga perlu serius melatih dan mengembangkan berbagai kemampuan seperti sikap rendah hati, ramah, sopan santun, kedisiplinan, juga kemampuan berbicara secara jelas, tegas, lancar, menarik, menyanyi, bergerak lincah dan gesit, serta yang paling penting adalah kreatif,” urainya.

Menyinggung maraknya kekerasan terhadap anak yang terjadi belakangan ini, Kak Seto mengatakan fenomena tersebut tak bisa dilepaskan dari didikan guru dan orang tua pada anak saat kecil. Contohnya, stereotype anak nakal yang identik dengan dijewer ibunya, dibentak bapaknya, dan dihukum gurunya.

Sementara itu, Rektor UMM, Fauzan, dalam sambutannya mengatakan kehadiran Kak Seto merupakan representasi tetesan embun di tengah dahaga masyarakat. Baginya, saat ini perkembangan psikologi pendidikan mengalami sakit agak parah karena faktor lingkungan. Karenanya kehadiran Kak Seto yang di masa lalu populer dengan yang disukai anak-anak, yaitu Si Komo bisa menjadi pencerahan bagi mahasiswa FKIP UMM.

Menurut Fauzan, peran guru tidak hanya di sekolah. Guru adalah perwakilan Tuhan dalam menegakkan norma-norma di masyarakat. “Dulu, guru itu priyayi. Guru memiliki strata sosial ekslusif, sederhana tapi memiliki kualitas yang tinggi,” ucapnya.

Fauzan juga menekankan pengaruh guru yang begitu besar dalam menentukan nilai-nilai di masyarakat. Indonesia menjadi negara konsumtif karena guru yang selalu memberi contoh pada para siswa dengan kata membeli, bukannya membuat.

“Yang sering jadi contoh dari guru yaitu Ibu membeli sayur”, “Adik membeli sepatu”. Harusnya ada revolusi, diganti dengan kata-kata semisal “Ayah membuat pabrik” agar secara psikologis terasa lebih gagah,” ujar Fauzan.

UE sediakan 1.600 beasiswa untuk masyarakat Indonesia

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/563703/ue-sediakan-1600-beasiswa-untuk-masyarakat-indonesia

Uni Eropa (UE) menyediakan 1.600 beasiswa untuk masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan sekolah pada jenjang S2 dan S3 di Eropa.

“UE dan negara anggotanya menyelenggarakan Hari Informasi Beasiswa, agar para orang tua maupun pelajar Indonesia mengetahui kalau ada 1.600 beasiswa, bahkan lebih, yang dapat diraih untuk belajar ke Eropa,” ujar Duta Besar UE untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend kepada media di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan negara anggota yang menyediakan beasiswa yakni Jerman, Inggris, Prancis, Austria, Hungaria, Irlandia, Belanda, Polandia, Spanyol, Swedia, dan Italia.

Guerend mengemukakan ada ratusan perguruan tinggi terbaik Eropa yang ditawarkan dalam program beasiswa ini, dan para calon peserta dapat langsung berkonsultasi dengan perwakilan penyelenggara beasiswa.

Selama ini, menurut dia, sebagian besar pelajar Indonesia lebih tertarik melanjutkan studinya di negara-negara besar Eropa. Namun, kini sejumlah perguruan tinggi di negara kecil Eropa juga telah memiliki kurikulum yang diakui internasional, ujarnya.

Ia menuturkan pendidikan tinggi adalah aspek penting dalam kerja sama UE dan Indonesia, sehingga UE menyambut hangat para calon mahasiswa yang ingin mendapatkan peluang pendidikan terbaik yang ditawarkan Eropa.

“Saat ini, telah ada 3000 pendaftar online yang ingin berpartisipasi dalam program ini. Kami berharap nantinya mereka dapat memahami dan menentukan beasiswa di sekolah yang tepat,” katanya.

Mendikbud minta Pancasila diajarkan sebagai kebiasaan

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/564088/mendikbud-minta-pancasila-diajarkan-sebagai-kebiasaan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan meminta pengajaran nilai-nilai Pancasila di sekolah diterapkan sebagai kebiasaan bukan sekadar pengetahuan yang belum tentu diimplementasikan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami meminta pengajaran Pancasila bukan sekadar sebagai pengetahuan tetapi sebagai kebiasaan,” kata Anies Baswedan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin.

Menurut dia, strategi pembiasaan nilai Pancasila itu telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 yang mengamanatkan penumbuhan budi pekerti berbasis nilai Pancasila sebagai kebiasaan.

“Dulu kita pernah mengalami ketika Pancasila diajarkan selama 26 jam hanya sebagai pengetahuan, karena itu Pancasila sekadar diketahui namun tidak dijalankan,” kata dia.

Menurut dia, konsep pembiasaan nilai Pancasila itu misalnya dapat diterapkan dalam kegiatan piket kebersihan di sekolah.

“Melalui piket itu anak bisa berlatih bergotong royong, bukan sebagai pengetahuan tapi sebagai kebiasaan,” kata Anies.

Selain itu, ia mencontohkan dalam mengajarkan nilai kejujuran, tentu tidak efektif jika hanya diajarkan hanya sebagai pengetahuan, melainkan harus melalui proses pembiasaan.

Oleh sebab itu dalam menyambut momentum kelahiran pancasila pada 1 Juni, Anies menekankan agar Pancasila dapat dimaknai sebagai nilai individual maupun kolektif, serta sebagai kebiasaan bukan sekadar pengetahuan.

“Bayangkan kita belajar shalat dan berwudhu tentu tidak sekadar dilakukan di ruang kelas, tetapi diajak bersama-sama shalat, lalu dilakukan rutin lima waktu sehari, Sehingga anak terbiasa dalam kegiatan shalat. Demikian juga Pancasila,” kata Anies.

Polandia tawarkan beasiswa penuh untuk mahasiswa Indonesia

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/564214/polandia-tawarkan-beasiswa-penuh-untuk-mahasiswa-indonesia

Pemerintah Polandia melalui program Ignacy Lukasiewicz Scholarship menawarkan beasiswa secara penuh kepada mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi jenjang S2 dan S3 di berbagai bidang studi.

Menurut siaran pers dari Kedutaan Polandia di Jakarta, Senin, beasiswa tersebut adalah untuk bidang eksakta yang meliputi jurusan matematika, fisika, kimia, biologi, pertanian, kehutanan, kedokteran hewan, ilmu bumi, perikanan, geografi, arsitek, dan teknik.

Selain Indonesia, beasiswa tersebut ditujukan kepada mahasiswa dari negara berkembang, yaitu Angola, Ethiopia, Kenya, Kolombia, Meksiko, Myanmar, Mongolia, Mozambik, Nigeria, Palestina, Afrika Selatan, Senegal, Tanzania, dan Vietnam.

Pemerintah Polandia akan menanggung seluruh biaya kuliah sekaligus biaya hidup, namun transportasi ke dan dari Polandia serta asuransi ditanggung penerima beasiswa. Penerima beasiswa juga menimba bantuan sebesar 300 Euro per bulan untuk akomodasi dan biaya hidup.

Beasiswa ditawarkan termasuk belajar bahasa Polandia secara gratis selama satu tahun sebelum mengambil studi di perguruan tinggi negeri yang diawasi oleh menteri yang bertanggung jawab untuk pendidikan tinggi.

Tenggat waktu untuk program S2 adalah 24 Juni 2016 dan untuk program S3 pada 3 Juli 2016.

Pendaftaran dilakukan dengan melengkapi aplikasi yang dapat diunduh secara online. Kemudian, pelamar juga harus menyertakan salinan ijazah S-1, transkrip nilai semester akhir, pas foto, salinan paspor, surat keterangan sehat, serta abstrak yang berisi usulan penelitian sepanjang 1,5 sampai dua halaman kertas A4.

Peminat wajib menyampaikan seluruh dokumen tersebut wajib menggunakan bahasa Inggris atau Polandia dan dikirim ke alamat Kedutaan Besar Polandia di Jalan HR Rasuna Said Kav X IV no 3, Jakarta.

Informasi lebih lengkap bisa diperoleh dari website Biro Pengakuan Akademik dan International Exchange (http://buwiwm.edu.pl/enrolment_il/).

Kemristekdikti: kualitas dosen masih harus ditingkatkan

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/565293/kemristekdikti-kualitas-dosen-masih-harus-ditingkatkan

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Ali Ghufron Mukti mengemukakan kualitas dosen atau tenaga pengajar di Indonesia masih harus ditingkatkan, mengingat kebutuhan tenaga pendidik itu belum imbang dengan tenaga pengajar yang ada.

“Peningkatan kualitas dosen masih terus dipompa. Secara nasional, tenaga profesor butuh 22 ribu, jika yang diikuti sistem satu program satu profesor, di Indonesia baru ada 5.109 profesor, jadi masih harus bekerja keras, ” katanya dalam seminar Peningkatan kualitas SDM menuju inspiring university di kampus Universitas Nusantara PGRI Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu.

Selain tenaga profesor yang masih minim, jumlah dosen yang masih strata I juga tinggi. Saat ini, masih ada sekitar 50 ribu dosen yang masih lulusan S1.

Ali mengatakan pemerintah bekerja keras agar kualitas pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik, terutama bagi tenaga pengajarnya (dosen). Pemerintah juga terus mendorong agar dosen terus meningkatkan pendidikan mereka, yaitu S2, S3, sampai profesor.

Ia pun menambahkan, pemerintah memberikan peluang yang besar agar para dosen bisa lebih meningkatkan kualitas dan kemampuan mereka, dengan mendorong mereka terus belajar.

“Program kami bukan saja peningkatan kapasitas dosen, tapi pemberian beasiswa. Kami alokasikan ada 2.000 beasiswa, tahun 2016 kami biayai untuk S2, S3, dan ini mau ditutup dalam waktu yang tidak terlalu lama, maka harus segera dimanfaatkan,” ujarnya.

Selain itu, untuk dosen yang bisa mempublikasikan tulisannya secara internasional, pemerintah juga akan memberikan subsidi Rp50 sampai Rp100 juta per publikasi.

Program ini, kata dia, program baru dan seharusnya para dosen juga lebih bersemangat. Program ini pun diberikan sebagai salah satu apresiasi agar kapasitas dosen bisa menjadi lebih maksimal.

Selain memberikan beasiswa, Ali juga menambahkan kementerian juga mengundang profesor kelas dunia untuk diajak bekerja sama dengan dosen dalam negeri untuk bisa saling menganalisis serta menulis yang kemudian dipublikasikan di internasional dengan profesor kelas dunia itu.

Namun, ia pun menegaskan jika upaya untuk peningkatan kapasitas diri merupakan karakter pribadi, seperti bagaimana SDM-nya, mempunyai karakter yang bagus, tidak mudah menyerah.

Selain itu, pribadi dosen bersangkutan harus mempunyai integritas moral yang tinggi dan bisa bekerja keras, cerdas, tuntas, maupun ikhlas dengan produktivitas yang membanggakan.

Ia pun mengapresiasi kinerja dari manajemen kampus Universitas Nusantara PGRI Kediri yang bisa berbenah, setelah sempat statusnya nonaktif. Ia berharap, manajemen juga lebih baik dalam membenahi kualitas dosennya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Sugiono mengatakan manajemen selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM serta kesejahteraan dosen mereka.

Selain itu, manajemen juga memberikan tunjangan fungsional yang sama dengan mereka yang menjadi pegawai negeri sipil (PNS), serta memacu masa jabatan akademik dosen.

“Kami juga terus dorong dosen yang masih S2 ke S3. Saat ini, ada 49 yang sedang kuliah, dan tahun ini ada lima dosen yang mengajukan ke yayasan untuk dibiayai ke S3,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas dosen menjadi salah satu hal yang diperhatikan saat ini. Manajemen juga telah melakukan penerimaan dosen sesuai dengan jurusan serta pendidikan mereka.

Manajemen saat ini telah mempunyai 297 dosen tetap. Selain penerimaan dosen, manajemen juga memberikan biaya untuk penelitian dimana setiap judul diberi biaya sekitar Rp5 juta. Pada 2016, manajemen menganggarkan untuk 80 judul penelitian.

Euro Management beri beasiswa jurnalis

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/566236/euro-management-beri-beasiswa-jurnalis

Lembaga Euro Management Indonesia memberikan beasiswa belajar bahasa asing kepada 1.000 jurnalis di Indonesia selama dua semester terutama bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Belanda dan Jepang.

“Program Beasiswa Jurnalis ini merupakan program beasiswa belajar bahasa asing yang ditargetkan untuk 1.000 jurnalis Indonesia periode 2016 – 2017. Program ini pertama kalinya dan satu-satunya di Indonesia yang dilakukan oleh Euro Management dan satu-satunya di Indonesia,” kata Direktur Utama Euro Management Indonesia, Bimo Sasongko di Jakarta, Kamis.

Program tersebut bertujuan untuk menjadikan jurnalis untuk membuka cara pandang akan pentingnya menguasai bahasa asing dan memotivasi para jurnalis agar berkeinginan kuliah ke luar negeri, katanya.

“Maka kita harapkan agar banyak orang-orang Indonesia termasuk jurnalis agar menempuh pendidikan ke luar negeri terutama di negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, Prancis, Inggris dan Belanda. Karena negara-negara itulah saat ini banyak menguasai dalam bidang ilmu pengetahuan. Dengan menempuh pendidikan ke negara tersebut dapat mempelajari budaya dan cara berpikir yang nantinya dapat digunakan kembali ke Tanah Air,” kata Bimo.

“Tidak hanya mendapatkan beasiswa bahasa asing, para wartawan penerima beasiswa juga akan mengikuti kegiatan workshop mengenai budaya dan wawasan kuliah di luar negeri dan pelatihan lainnya,” kata Bimo.

Sebelumnya Euro Management Indonesia memberikan beasiswa kepada 1.300 siswa SMA negeri dan swasta serta 1.200 mahasiswa dari perguruan tinggi (PT) negeri maupun swasta di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).